Pria yang mendapat gelar wali kota terbaik ketiga dunia dari Yayasan Wali Kota Sedunia (The City Mayors Foundation) saat memimpin Kota Solo itu mengaku menjadi calon presiden merupakan tugas berat yang harus diembannya. “Sangat berat,” kata Jokowi.
Jokowi pun menepis anggapan, dengan bersedia menjadi capres, ia lebih mementingkan partai daripada rakyat. “Bukan seperti itu,” ujarnya dalam fokus majalah detik edisi 120.
Berikut ini wawancara dengan Joko Widodo dalam dua kesempatan, setelah mengunjungi kompleks rumah Si Pitung dan saat berada di rumah dinasnya, Jumat, 14 Maret 2014.
Anda menerima mandat Ketua Umum PDI Perjuangan untuk menjadi capres…. Ini semua masih dalam proses. Yang jelas, kita ingin konsentrasi semuanya ke pemilu legislatif 9 April terlebih dulu, bagaimana memenangkannya dengan persentase di atas 20 persen. Sehingga semuanya harus bekerja keras, baik kader partai, relawan, maupun semuanya yang memberikan dukungan.
Anda dicap lebih mementingkan amanat partai daripada amanat rakyat Jakarta. Bagaimana tanggapannya? Bukan seperti itu. Saya kira konstitusi memperbolehkan (saya menjadi capres). Peraturanmemperbolehkan. Saya kira itu.
Prosesnya seperti apa sehingga Anda bersedia jadi capres? Ini kan bukan masalah Jokowi. Ini kan masalah rakyat. Masalah bangsa dan negara. Tidak gampang menerima amanat seperti itu, tidak mudah mendapatkan mandat seperti itu. Ini sebuah mandat kepercayaan yang diberikan kepada saya dari Ketua Umum PDI Perjuangan Ibu Megawati Soekarnoputri. Sangat berat.
No comments:
Post a Comment